3 Program Utama Pride Homeschooling

Home / artikel / 3 Program Utama Pride Homeschooling

3 Program Utama Pride Homeschooling Oleh: Kang Hielmy (Founder Pride Homeschooling)

Program sekolah rumah (homeschooling) menurut saya dapat diklasifikasi ke dalam 3 program sebagai berikut:

  1. Program Pengembangan Potensi Akademik (P3A)
 IRPAN HILMI 

Pada prisipnya program P3A tidak jauh berbeda dengan lemabaga pendidikan lainnya, karena pada program ini siswa diarahkan kepada tiga pilihan sub program atau jurusan yaitu konsentrasi Ilmu pengetahuan Sosial (IPS), Konsentrasi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Konsentrasi Bahasa.

Dalam  program ini siswa disiapkan untuk melanjutkan ke universitas-universitas pilihan mereka.

Pada program P3A siswa diwajibkan mengikuti kegiatan belajar minimal 5 sesi/minggu untuk mata pelajaran inti dengan durasi waktu 120 menit/sesi, dengan prinsip one day one subject agar peserta didik fokus terhadap satu mata pelajaran setiap harinya.

Untuk memastikan agar siswa menguasai materi yang dipelajari, Pride Homeschooling mengaplikasikan model pembelajaran partisifative, pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran berbasis masalah dll. Dengan model pemeblajaran seperti itu, diharapkan siswa tidak hanya mendengarkan, menulis, mencatat  dan menghapal materi yang diajarkan guru, tapi peserta didik diajak terlibat dalam menyelesaikan sebuah problem,  penyelesaikansebuah proyek . dengan demikian semua unsur panca indra mereka terlibat akhirnya mereka bisa dengan lebih oftimal melakukan proses pembelajaran untuk kemudian dapat dipraktekan dalam kehidupan sehari-hari.

Pada program P3A ini ada kelas tahfidz alqur’an bekerjasama dengan Neuro Nadi Indonesia untuk mengakomodi siswa dengan kemampuan akademik yang baik agar menjadi seorang hafidz/hafidzah. Kegiatan ini dilaksanakan setelah kegiatan belar mengajar berakhir, atau dapat juga dilakukan di hari lain dengan jadwal terpisah.

  1. Program Pengembangan Potensi Minat&Bakat (P3MB)

Program P3MB didesain untuk menggali dan mengembangkan minat dan bakat siswa dengan tujuan agar mereka tumbuh dan berkembang menjadi seorang yang professional pada bidang atau bakatnya masing-masing. Untuk dapat menemukan minat dan bakas mereka, perlu metode pendukung agar tepat, terukur, dan terstruktur. Metode-metode atau pendekatan yang dipakai untuk menggali minat dan bakat tersebut kamai menggunakan pendekatan COACHING & TALENT MAPING.

Motode tersebut merupakan penunjang karena pada dasarnya, tools yang paling efektif digunakan adalah anaknya sendiri, karena anak-anak biasanya sudah memiliki kemapuan untuk dapat menentukan potensinya sendiri hanya perlu dukungan tambahan dari lingkungan atau dari partnernya agar anak benar-benar konsisten dengan potensi yang dimilikinya.

Ada langkah langkah tertentu memang yang harus dilakukan oleh seorang partner (guru/bag. Kesiswaan) agar peserta didik konsisten terhadap pilihan potensinya diantaranya dengan membuat surat kesepakatan (commitment leter) antara anak, orang tua dengan sekolah (coach, konselor, lainnnya), gunanya agar semuanya dapat memonitor proses dan perkembngannya.

Ketika semua pihak sudah sepakat dengan komitmen tertentu, maka langkah berikutnya  adalah dengan cara membuat skema capaian apa yang harus diraih dalam rentang waktu tertentu (Tahunan, bulanan, mingguan) dengan menggunakan  rumus GROW Plus Misalnya.

  1. Program Pengembangan Potensi Life Skills (P3LS)

Program P3LS didesain untuk memberikan kesempatan kepada siswa yang ingin mengembangkan keahlian praktis untuk bekal hidup mandiri di masyarakat. Keterampilan atau keahlian tersebut didesain sedemikian rupa agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. ada berapa jenis kelas program keterampilan/life skils diantaranya: Design Grafis, Video dan Photographi dan lain-lain, yang terintegrasi dalam After School Program atau bekerjasama dengan mitra (lembaga-lembaga terkait).

Akhirnya homeschooling merupakan pilihan layanan pendidikan yang dapat diakses masayrakat sebagai upaya mengembangkan dan mengoptimalkan potensi anak sejak dini tanpa harus meninggalkan kegiatan akademik. Dengan bersekolahrumah anak-anak akan lebih siap terjun ke masyarakat karena proses pembelajarannya mengarah kepada kegiatan sehari-hari sesuai dengan yang terjadi di dalam kehidupan. Anak-anak sekolahrumah sudah terbiasa bergaul bersosialisasi lintas jenjang-lintas usia, sehingga anak nantinya bisa bersosialisasi dengan siapapun.

Layanan pendidikan sekolahrumah jika dikelola dengan baik, teratur, terstruktur, saya percaya sekolahrumah akan menghasilkan lulusan-lulusan yang tak hanya cakap dibidang akademis, tapi juga mahir dan expert dalam minat dan bakatnya masing-masing serta memiliki keterampilan life skills yang baik. Dengan demikian para penyelenggara sekolahrumah patut optimis mampu merealisasikan harapan masyarakat sebagai lembaga pendidikan pilihan yang mampu mengakomodir segenap potensi anak secara menyeluruh.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×

Asalamualaikum
ada yang bisa kami bantu?

× Layanan Konsultasi