TIPS MENANAMKAN KEBIASAAN MANDIRI PADA ANAK REMAJA

Home / artikel / TIPS MENANAMKAN KEBIASAAN MANDIRI PADA ANAK REMAJA

Inilah 5 cara membiasakan si remaja untuk mandiri 

Gambar terkaitPunya anak yang sudah beranjak remaja tapi masih belum bisa bertanggung jawab sama dirinya sendiri. Duh pasti kawan sumber sebel dan kesel banget deh. Bangun tidur harus di teriakin dulu, mau makan mesti disiapin semua di depan matanya, belum kalau mencari barang gak pernah bisa nemuin barang miliknya sendiri. Ih, anak kayak gini gimana sih caranya supaya bisa jadi mandiri, malu kan sama temen lainnya.

Oke, jangan khawatir. Yuk simak Tips dari Sumber untuk menjadikan anak-anak kita pribadi yang mandiri dan bertanggungjawab :

 

1. Ajaklah bicara tentang kebebasan dan tanggung jawab

“ Dek, sekarang kan sudah besar. Buku-bukunya simpan di tempat yang kamu suka. Yang penting waktu kamu cari itu bisa ingat dan ketemu dimana,” Itulah cara pertama dalam membiasakan kemandirian anak. Yaitu dengan memberinya kebebasan yang bertanggung jawab. Jangan jadikan diri anda sendiri helikopter yang akan siap siaga membantunya saat anak berteriak minta tolong. Biarkan dirinya mulai merasa bisa melakukannya sendiri. Berikan tanggung jawab pada kehidupan anak anda, jangan jadikan anak manja dengan memberinya semua hal yang dia inginkan atas dalih kasih sayang.

2. Jangan terlalu banyak melarang

Anak gak boleh kesini, gak boleh beginu, atau keseringan mengatakan Jangan pada anak, adalah salah satu hal yang membuatnya bisa menjadi anak manja. Tentu saja, larangan ini itu kawan sumber membuat anak menjadi tidak pernah merasakan sensasi membuah keputusan sendiri. Ketika akan bahkan tidak mengambil keputusan sendiri, bagaimana ia akan bertanggung jawab atas apa yang telah diputuskannya. Berikan ia kepercayaan, dan biarkan ia memutuskan sesuatu sendiri. Dan jika ia gagal? Maka dari situlah ia akan belajar bagaimana cara bertanggung jawab dan kelak akan dengan pandai membuat keputusan yang lebih baik berdasarkan pengalaman kegagalannya tersebut

3. Ajarkan anak untuk terbuka

Inilah salah satu kuncinya : Keterbukaan. Biasakan anak untuk bicara apa yang ingin atau tidak ingin dilakukannya. Biasakan menerima kritik dari anak, ketika ada hal menyangkut cara mendidik dan cara memimpin keluarga yang tidak di sukai. Ketika anak memprotes kemarahan orang tua, dengarkan dan jawablah protesnya dengan diskusi. Orang tua bukan lah raja, dan tidak semua pemikiran orang tua merupakan kebenaran mutlak. Beri anak ruang untuk berani dan mandiri dari segi berfikir. Dari situlah, kemandiriannya akan terpupuk oleh keterbukaan.

4. Berikan contoh

Orang tua adalah Real Model yang paling up-to-date bagi anak. Maka cara terbaik mengajarkan kemandirian pada anak adalah dengan memberinya contoh. Ingin anak bisa bangun pagi sendiri dan disiplin, maka kawan sumber harus bisa bangun pagi dengan disiplin dahulu. Buatlah diri kawan sumber contoh yang tak terbantahkan. Jangan sampai ketika kita meminta anak untuk bisa mencuci piring bekas makannya sendiri, tapi ayahnya saja masih membiarkan ibu untuk mencucikan piringnya. Itu akan membuat anak bukan menjadi mandiri, namun justru sebaliknya. Anak akan memberontak dan justru bersikap arogan.

5. Membiasakan anak untuk berfikir positif.

Suruh anak bereskan mainannya sendiri, gantilah dengan kalimat Biarkan mereka membereskan mainannya sendiri. Jangan biasakan memerintah pada anak, tapi justru biasakan anak untuk memiliki inisiatif sendiri. Bagaimana caranya? Ajarkan anak untuk memahami mengenai tanggung jawab atas barang miliknya. Misalnya, “ Doni, boleh bermain tapi mama akan bangga kalau doni bisa membereskannya lagi. “ Beri anak kawan sumber sikap yang posistif untuk membentuk kepribadiannya yang mandiri.

Demikian langkah-langkah untuk menanamkan kebiasaan mandiri kepada anak kita yang sudah menginjak usia remaja.

Sumber referensi : aladokter.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×

Asalamualaikum
ada yang bisa kami bantu?

× Layanan Konsultasi